Помощь в получении кредита. Жми сюда!

Реклама

Свежие комментарии

Нет комментариев для просмотра.

Politeknik Kelapa Sawit CWE, Lahir dari Tekad Hasilkan SDM Berkualitas

Politeknik Kelapa Sawit CWE, Lahir dari Tekad Hasilkan SDM Berkualitas

Berada di teritori Cibitung, Bekasi, ada sebuah universitas namanya Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Pembelajaran (PKS CWE).

Universitas yang lahir dari pertimbangan idealis dan mimpi besar pemilik perkebunan kelapa sawit Widya Grup Tjiung Wanara Nyoman, sudah luluskan banyak pakar sawit.

Bahkan juga sekarang menjadi satu diantara perguruan tinggi yang terima mahasiswa mendapatkan beasiswa dari Tubuh Pengurus Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

PKS CWE adalah sisi dari sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit Widya Grup.

Perusahaan yang dibangun tahun 1983 berkantor di Serasi, Jakarta Pusat yang memiliki kebun sawit di Mamuju (Sulawesi Barat), Bengkulu dan Berau Kalimantan Timur.

Selainnya perkebunan Widya Grup memiliki baris usaha yang lain yakni pabrik, kontraktor, Bank Perkreditan Masyarakat.

“Paling akhir unit Pendidikan yakni Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Pembelajaran (PKS CWE) ini,” kata Direktur PKS CWE, Nugroho Kristono ke Tabloid Cahaya Tani.

Menurut Nugroho, dibangun di tahun 2006 lalu, PKS CWE digagas figur perkebunan, pegiat dan pebisnis kelapa sawit nasional.

Salah satunya, bekas Dirjen Perkebunan Ir, HM Badrun; bekas Direktur PTPN VIII, Syamsir Nasution dan sebagian orang yang lain.

“Beberapa figur perkebunan, waktu itu rasakan Indonesia sebagai produsen kelapa sawit paling besar di dunia, malah kekurangan pakar dan tenaga trampil di bagian kelapa sawit. Walau sebenarnya kesempatan industri sawit, baik berwujud CPO atau produk buatannya sangat besar,” ucapnya.

Karena itu kata Nugroho, pendirian Politeknik CWE mengutamakan pada aktivitas praktik lapangan baik, di kebun, laboratorium atau bengkel. Keinginannya, materi pelajaran bisa diterapkan secara langsung saat terjun di dunia kerja.

Nugroho memeriksa awal pendirian Politeknik CWE yakni tahun 2006.

Awalannya berada di Petka Cianjur, waktu itu universitas masih juga dalam pembangunan.

Selanjutnya tahun 2007 baru tempati tempat di Dusun Cibuntu, Cibitung, Bekasi dengan membuat Gedung 1.

Kemudian diteruskan tahun 2014 dengan pembangunan Gedung 2 dengan kemampuan memuat mahasiswa 600 orang lebih.

Kerja sama BPDPKS

Berkaitan kerja sama dengan BPDPKS awal tahun 2016 lantas, Nugroho bercerita saat Direktur BPDPKS, Bayu Krisnamurti ambil ide ajak PKS – CWE dengan https://lapasperempuanbatam.com/ Instiper Yogyakarta untuk melangsungkan training untuk pelajar SMK Pertanian dan beberapa guru dengan materi pengenalan kelapa sawit.

Seterusnya ada kenaikan kerja sama dengan BPDPKS dan PKS CWE bersama Instiper Yogyakarta dipilih mengadakan pendidikan satu tingkat Diploma I (satu tahun) yang jalan sepanjang tiga tahun (2017-2019).

Saat tahun 2019, lanjut Nugriho, semua pelaksana Pendidikan D I diwajibkan berwujud resmi atau sekolah tinggi komune dan jangan institute atau politeknik, pada akhirnya cuma Sekolah tinggi Komune Perkebunan Yogyakarta (AKPY) yang dapat jalankan program D I studi kelapa sawit sampai sekarang.

“Pada akhirnya PKS CWE cuma konsentrasi untuk mengadakan pendidikan sama dengan D3 dan D4. Di tahun 2018, kami Bersama 6 pelaksana pendidkan khusus sawit yang lain mulai terima pelajar yang diongkosi oleh BPDPKS,” kata Nugroho.

Untuk perkuat kerja sama dan sinergitas di antara pelaksana pendidikan kelapa sawit, dibentuklah ALPENSI (Federasi Instansi Pendidikan dan Training Sawit Indonesia).

Terbagi dalam PKS – CWE, AKPY Yogyakarta, Politeknik LPP Yogyakarta, ITSB Bekasi, Politeknik Kampar Riau dan STISI Medan.

Instansi pendidikan itu sekarang jadi penyelengara pendidikan resmi beasiswa dari BPDPKS.

“Awalannya, kami menyortir calon pelajar yang menerima beasiswa sampai ke penjuru wilayah pemroduksi sawit. Kami bertandang ke secara langsung beberapa anak pekebun sawit dipedalaman dalam rencana rekrutmennya,” tutur Nugroho.

Bersamaan terbitnya Permentan No. tujuh tahun 2019, peningkatan sumberdaya sawit harus lewat kementrian teknis, termasuk SDM, proses recruitment dan penyeleksian calon pelajar yang menerima beasiswa beralih ke Direktorat Jenderal Perkebunan.

Instansi pendidikan cuma terima dan jalankan pendidikan dan latihannya saja.

Оставить комментарий